Happy New Year 2009, hari ini adalah “first day” in new year 2009. Sebuah hitungan tahun yang baru dalam kalender Masehi yang memang seluruh dunia menggunakannya sebagai standart perhitungan hari, bulan dan tahun. Semalam tepatnya adalah malam dimana terjadinya pergantian tahun, yang kita bis alihat di televisi begitu banyak iklan yang menawarkan lokasi lokasi untuk merayakan penyambutan pergantian tahun dengan menyuguhkan tawaran hiburan dari Artis kelas wahid di negri ini sampai hanya ngumpul bersama di tinggak RT. Dari lokasi yang outdoor, sampai ke tempat indoor sekelas diskotik atau pub.
Ironis memang, dengan gemerlap pesta kembang api, dengan gemerlap pesta live musik dan acara yang lainnya. Saya sendiri membayangkan sendiri setelah semalam ngobrol sebentar dengan tetangga yang bela bela in belanja kembang api dengan menggunakan uang jatah bayar kreditan motor. Betapa tidak, 1 buah kembang api ukuran lumayan besar seharga 150 ribu, dan belum yang kecil kecil dimana harganya antara 15 ribu sampai 85 ribu. Dinyalakan hanya 5 menit sudah melayang hanya untuk “pesta” yang menurut saya pribadi adalah pesta yang “S****D”. Kenapa hanya untuk menyambut sebuah kebudayaan yang entah darimana datangnya rela mengorbankan kepentingan pribadi dan keluarga, ya keluraga ikut terbawa kalau kejadian seperti tetangga saya tadi. Karena dengan jatah semestinya yang ikut tertarik, akan berimbas ke mana mana. Lha wong saya tahu, untuk beli susu anaknya saja kadang harus ngutang kanan kiri.
Hmm, memang sih, saya tidak naif dengan semua kesenangan yang ada dalam pesta tersebut. Saya semalam juga ikut menyaksikan kembang api yang bertaburan di langit dari depan rumah saja sambil menikmati segelas susu hangat dan ditemani pohonan PURING ku yang kian menawan (gubrak… ga nyambung yah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar